PALU, TADULAKO – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid resmi menetapkan status Tanggap Darurat Gempa Sulteng menyusul bencana tektonik magnitudo 6,7 yang melanda wilayah tersebut pada Selasa (16/06). Kebijakan ini diambil guna mempercepat penanganan dampak kerusakan infrastruktur dan jatuhnya korban jiwa di empat wilayah terdampak.
Keputusan tersebut tertuang secara resmi melalui Surat Keputusan Gubernur Nomor 300 2.1/195/BPBD-C-ST/2026 yang ditandatangani langsung di Kota Palu. Status darurat ini berlaku efektif selama tujuh hari mulai dari 17/06 sampai dengan 23/06 tahun 2026 mendatang.
“Bahwa dampak dari gempa bumi tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur, hilangnya nyawa, serta mengganggu kehidupan masyarakat di wilayah terdampak,” kata Anwar Hafid, Gubernur Sulawesi Tengah.
Wilayah yang masuk dalam cakupan status Tanggap Darurat Gempa Sulteng meliputi Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Poso, dan Kota Palu. Keempat wilayah ini mengalami guncangan kuat akibat aktivitas sesar aktif Palu Koro yang berada pada kedalaman dangkal 10 kilometer.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memastikan alokasi dana penanganan bencana berasal dari APBD 2026 dan sumber sah lainnya. Anggaran tersebut akan diprioritaskan untuk pemenuhan kebutuhan dasar penyintas seperti air bersih, obat-obatan, serta tenda pengungsian yang sangat mendesak.
Gubernur Anwar Hafid juga terpantau turun langsung meninjau lokasi terdampak di lima desa Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi. Dalam kunjungan tersebut, pemerintah menyalurkan bantuan logistik darurat kepada sedikitnya 550 kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat guncangan hebat tersebut.
“Penetapan status tanggap darurat bencana ditetapkan selama 7 hari terhitung sejak tanggal 17 juni 2026 sampai dengan 23 juni 2026,” kata Anwar Hafid, Gubernur Sulawesi Tengah.
Masa Tanggap Darurat Gempa Sulteng ini dapat diperpanjang atau diperpendek sesuai dengan kebutuhan lapangan serta perkembangan situasi pascabencana. Tim gabungan terus melakukan pendataan untuk memastikan seluruh bantuan logistik tersalurkan secara merata di titik pengungsian zona merah.
Tinggalkan Balasan