.ID, gelar TM 3 melalui Pelatihan Kader Madya Taruna Melati 3 di BPMP , Rabu (24/12/2025). () Sulawesi Tengah menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan sistem perkaderan pelajar.

Panitia mengusung tema “Meneguhkan Gerakan, Menebar Dampak: Menuju Masa Depan” untuk merespons dinamika zaman. Selain itu, kegiatan ini menghadirkan peserta dari berbagai daerah di luar Sulawesi Tengah.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sulawesi Tengah, Awaludin, hadir mewakili Gubernur Sulawesi Tengah sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Ia menilai IPM memiliki peran strategis sebagai candradimuka generasi muda. Menurutnya, IPM perlu terus menghadirkan solusi dan keteladanan yang berlandaskan keislaman dan keilmuan. “IPM harus mampu menyeimbangkan iman dan ilmu dalam setiap proses kaderisasi.”

Selain itu, Awaludin menekankan pentingnya penanaman nilai kejujuran dan akhlak mulia. Ia berharap kader IPM mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Kemudian, ia mendorong keterlibatan aktif IPM dalam sebagai wujud kontribusi generasi pelajar yang siap menghadapi tantangan zaman.

Sementara itu, Kepala Bidang Perkaderan Pimpinan Pusat IPM, Ganis Khairunnisa, menyampaikan bahwa TM 3 menjadi ruang strategis untuk meneguhkan harapan dan memperluas dampak gerakan pelajar.

Ia menegaskan bahwa IPM perlu bersikap fleksibel dalam menghadapi perkembangan zaman. Namun, organisasi tetap menjadikan ideologi sebagai prinsip utama dalam perkaderan. “TM 3 memperkuat kapasitas kader agar tetap adaptif tanpa meninggalkan nilai dasar IPM”.

Ketua Pimpinan Wilayah IPM Sulawesi Tengah, Moh. Riski, menilai TM 3 sebagai ruang kontemplasi nilai-nilai Al-Qur’an. Ia menjelaskan bahwa nilai tersebut menjadi fondasi gerakan IPM dalam membentuk kader pelajar yang berkarakter dan berdaya saing.

Selain itu, ia menegaskan orientasi masa depan menjadi bagian penting dari kaderisasi. “IPM membangun kader pelajar yang siap menghadapi perubahan dengan pijakan nilai keislaman”.

Di sisi lain, Ketua Pimpinan Wilayah Sulawesi Tengah, Amin Prakasi, menilai TM 3 sebagai upaya melahirkan generasi pelajar yang memberi dampak nyata.

Menurutnya, menjadi kunci keberlanjutan gerakan pelajar Muhammadiyah. Oleh karena itu, ia mendorong konsistensi kaderisasi di setiap jenjang. “Regenerasi menjaga keberlanjutan gerakan di tengah tantangan zaman,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, IPM Sulteng gelar TM 3 sebagai langkah konkret memperkuat regenerasi pelajar. Selain itu, kegiatan tersebut menegaskan komitmen IPM dalam membangun sumber daya pelajar yang berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa, sejalan dengan nilai-nilai Al-Quran dan As-Sunnah.