TADULAKO.ID, PALU – Program Balai Belajar Kampung (BBK) terus mendorong pemberdayaan perempuan dan kelompok rentan di pedesaan melalui pendidikan inklusif. Di Kabupaten Sigi, inisiatif ini mulai menunjukkan peran penting sebagai ruang belajar sekaligus ruang tumbuh bagi masyarakat desa.
Project Officer Yayasan Sikola Mombine, Novi, menegaskan bahwa Sigi memiliki potensi sumber daya alam dan sosial yang besar, namun masih menghadapi tantangan kesejahteraan dan kesetaraan.
Sebagian besar masyarakat Sigi masih bergantung pada sektor pertanian dan usaha kecil yang rentan terhadap perubahan iklim, bencana, serta keterbatasan akses layanan dasar. Data BPS tahun 2025 mencatat tingkat kemiskinan sebesar 10,47 persen, menurun dari 12,06 persen pada 2024. Meski demikian, sekitar 28.604 jiwa masih hidup dalam kondisi miskin.
Novi menjelaskan bahwa tantangan tidak hanya berkaitan dengan kemiskinan, tetapi juga ketimpangan sosial, terutama dalam aspek kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial.
Membangun Kepercayaan Diri dan Perubahan Sosial Desa
Untuk menjawab tantangan tersebut, Yayasan Sikola Mombine bersama mitra mengembangkan BBK melalui Program PAKAGASI. Selama dua tahun terakhir, mereka menjalankan program ini di 10 desa di tiga kecamatan.
BBK menjadi ruang belajar terbuka dan inklusif yang memungkinkan peserta berbagi pengalaman, meningkatkan kapasitas diri, dan membahas isu strategis seperti keadilan gender, ketahanan pangan, perubahan iklim, kebencanaan, serta penguatan ekonomi lokal.
Selain itu, penyelenggara mengadakan pelatihan Training of Trainer (ToT) bagi perempuan dan penyandang disabilitas agar mereka mampu menjadi fasilitator lokal. Pelatihan ini memperkuat kemampuan peserta dalam mengelola kelas BBK secara mandiri, kegiatan diselenggarakan pada 1-2 April 2026 di salah satu Hotel kota Palu.
Melalui pendekatan ini, BBK tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membangun kepercayaan diri, mengubah pola pikir, serta memperkuat peran masyarakat dalam pembangunan desa secara inklusif dan berkelanjutan.***
Tinggalkan Balasan