.ID, Magelang — Di antara ratusan pimpinan DPRD dari seluruh Indonesia yang berkumpul di Magelang, Rico Andi Tjatjo Djanggola membawa pulang lebih dari sekadar catatan kegiatan. Ia membawa pesan, semangat, dan tanggung jawab yang kini ingin ia wujudkan untuk masyarakat .

Pertemuan itu berlangsung dalam Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah () di kompleks Akademi Militer, yang juga dihadiri langsung oleh Prabowo Subianto pada Sabtu (18/4/2026). Di hadapan 503 Ketua DPRD, Presiden menyampaikan pesan yang sederhana namun mendalam: pembangunan bangsa bertumpu pada ketulusan dan integritas para pemimpin daerah.

Dalam suasana yang disebut Presiden sebagai “berbicara dari hati ke hati”, para peserta diajak merenungi kembali peran mereka sebagai pelayan rakyat. “Kita semua di sini adalah patriot,” ujar Presiden, menegaskan bahwa jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Bagi Rico, momen itu bukan sekadar seremoni. Ia mengaku merasakan langsung beban moral sekaligus dorongan untuk bekerja lebih nyata. Sepulang dari Magelang, ia berkomitmen memperkuat peran DPRD Kota Palu dalam mengawal program , terutama dalam memastikan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“Ini bukan hanya soal program nasional, tapi bagaimana kita menerjemahkannya menjadi solusi konkret di daerah,” kata Rico.

Ia menegaskan, DPRD tidak hanya berfungsi sebagai pembuat regulasi, tetapi juga sebagai penjaga arah pembangunan. Karena itu, ia ingin memastikan setiap lebih efisien, transparan, dan tepat sasaran sejalan dengan pesan Presiden tentang pentingnya mencegah kebocoran dana daerah.

Lebih dari itu, Rico melihat sinergi antara legislatif dan eksekutif sebagai kunci. Ia mendorong komunikasi yang lebih terbuka dan kerja sama lintas sektor agar dapat berjalan selaras dengan kebutuhan lokal di Kota Palu.

KPPD sendiri menghadirkan berbagai pemateri dari kementerian hingga lembaga seperti dan . Materi yang diberikan tidak hanya memperkuat kapasitas teknis, tetapi juga menanamkan nilai integritas dalam .

Kini, bagi Rico, tantangan sesungguhnya dimulai saat kembali ke daerah. Dari ruang kelas di Magelang, ia melangkah ke realitas Kota Palu membawa satu tekad: memastikan setiap kebijakan benar-benar berpihak pada rakyat.