RIYADH, TADULAKO – Arab Saudi secara resmi ditunjuk FIFA sebagai tuan rumah Piala Dunia 2034 dan langsung memamerkan rencana pembangunan stadion futuristik, termasuk sebuah stadion megah yang akan berdiri 350 meter di atas permukaan tanah di kota Neom. Proyek ambisius ini, yang detailnya diumumkan pada 31 Juli 2024, bertujuan untuk menampilkan citra modern dan inovatif Arab Saudi kepada dunia, dengan target penyelesaian infrastruktur sekitar tahun 2032. Visual konseptual stadion-stadion ini telah menarik perhatian global, menjanjikan pengalaman turnamen yang belum pernah ada sebelumnya.
Stadion yang direncanakan di Neom ini akan menjadi salah satu ikon utama dari total 15 venue yang disiapkan untuk Piala Dunia 2034. Dengan kapasitas sekitar 46.000 penonton, venue ini tidak hanya akan berfungsi sebagai arena olahraga tetapi juga sebagai simbol ambisi besar Arab Saudi dalam membangun kota masa depan. Selain itu, Arab Saudi juga menyiapkan Prince Mohammed bin Salman Stadium yang berada di tebing setinggi 200 meter dekat Riyadh, menambah daftar lokasi pertandingan yang unik dan spektakuler.
Proyek pembangunan stadion-stadion ini adalah bagian integral dari visi Arab Saudi untuk pengembangan infrastruktur berteknologi tinggi dan berkelanjutan. Stadion di Neom, misalnya, dirancang untuk memanfaatkan energi terbarukan seperti angin dan matahari. Akses menuju stadion-stadion di lokasi ketinggian ini akan mengandalkan teknologi transportasi vertikal mutakhir, termasuk elevator cepat dan kendaraan otonom, memastikan pengalaman yang efisien bagi para pengunjung. Seluruh proyek ini menegaskan komitmen Arab Saudi untuk sukses sebagai tuan rumah Piala Dunia 2034.
Total 15 stadion disiapkan untuk format 48 tim di Piala Dunia 2034, dengan 11 di antaranya merupakan bangunan baru. Venue-venue ini akan tersebar di lima lokasi utama: Riyadh, Jeddah, Al Khobar, Abha, dan Neom. King Salman International Stadium di Riyadh, dengan kapasitas 92.760 penonton, diproyeksikan menjadi lokasi pembukaan dan final turnamen, menunjukkan skala dan ambisi penyelenggaraan Piala Dunia 2034 di Timur Tengah. Penunjukan Arab Saudi sebagai tuan rumah menandai kedua kalinya turnamen ini diadakan di kawasan tersebut, setelah Qatar pada 2022.
Meski visual desainnya sudah beredar luas dan memukau, sebagian besar venue ini masih berupa konsep. Proses pembangunan stadion di Neom yang terintegrasi dengan pengembangan kota baru menghadirkan tantangan besar terkait jadwal dan biaya. Namun, Arab Saudi bertekad untuk mewujudkan visi futuristik ini, menjadikan Piala Dunia 2034 sebagai panggung pembuktian kapasitas mereka dalam merealisasikan proyek berskala global. Informasi lebih lanjut mengenai proyek Neom ini dapat ditemukan di situs resmi mereka.
Tinggalkan Balasan