Tadulako.Id, Palu– Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sulawesi Tengah menggelar sharing session bertajuk bagaimana anak muda menghadapi tantangan zaman, Rabu (24/12/2025). Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Tengah dan diikuti oleh pelajar.
Kegiatan ini menghadirkan Muh. Ramadan Maulana, Anggota DPRD Kabupaten Poso Fraksi PAN, Mujib Abdul Karim, entrepreneur muda, serta Muh. Syaltut, Sekretaris PDM Kota Palu dan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Bidang Dakwah dan Pengkajian Agama.
Dalam pemaparannya, Muh. Ramadan Maulana mendorong pelajar dan generasi muda untuk membangun mental yang kuat agar tidak menjadi generasi yang rapuh dalam menghadapi perubahan zaman. Ia mengingatkan anak muda agar tidak terjebak pada gaya hidup hedonisme, tetapi mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masa depan bangsa.
Menurutnya, keterlibatan anak muda dalam ruang publik, khususnya politik, harus dibarengi dengan penguatan ideologi dan keyakinan, terutama dalam menjaga nilai-nilai keumatan. Ia juga menegaskan bahwa perjuangan tidak cukup berhenti pada wacana, tetapi harus dilanjutkan dengan langkah konkret dan legal standing agar gagasan dapat diwujudkan dalam kebijakan nyata.
Sementara itu, Mujib Abdul Karim menekankan pentingnya penguatan skill dan kapasitas diri sebagai bekal utama generasi muda menghadapi tantangan global. Ia menyampaikan bahwa idealisme yang tidak dibarengi dengan keterampilan akan sulit bertahan di tengah persaingan.
“Yang harus kita perkuat hari ini adalah skill. Jika nilai, ideologi, dan kemampuan berjalan bersama, maka anak muda akan mampu berdaya saing dan mandiri,” ujar Mujib. Ia juga menegaskan bahwa anak muda harus hadir sebagai solusi, bukan sekadar penonton perubahan.
Adapun Muh. Syaltut menegaskan bahwa nilai-nilai Muhammadiyah harus menjadi pedoman moral dalam setiap peran yang dijalani pelajar dan kader muda. Ia menyebut dakwah di era modern tidak hanya dilakukan melalui ceramah, tetapi juga melalui keteladanan, sikap, dan karya nyata di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan sharing session ini, IPM Sulawesi Tengah berharap Ikatan Pelajar Muhammadiyah mampu tumbuh sebagai generasi bermental tangguh, berideologi kuat, berkapasitas, serta siap menghadapi tantangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai keislaman dan kemanusiaan.
Tinggalkan Balasan