JAKARTA, TADULAKO – Pedangdut ternama Anisa Bahar melayangkan kecaman keras kepada DJ Icha Chellow setelah lagu miliknya yang berjudul Gapapa diubah dengan lirik bernada tak senonoh. Perubahan lirik ini dinilai telah merusak karya asli dan mencoreng pesan moral yang ingin disampaikan kepada para pendengar musik tanah air.

Anisa Bahar merasa sangat keberatan karena lirik asli yang berisi tentang ketabahan menghadapi perundungan diubah menjadi kata-kata vulgar yang tidak pantas. Lirik yang semula berbunyi tentang dijauhi atau dirundung kini berisi narasi yang menjurus ke arah asusila serta dianggap melanggar norma kesopanan.

“Tolong ya saya kasih Waktu 3×24 jam hubungi saya. Saya tidak terima cara Anda,” kata Anisa Bahar, Pedangdut.

Selain lirik, video klip yang diunggah oleh penyanyi tersebut juga dinilai sangat sensitif dan berpotensi memicu masalah hukum di kemudian hari. Ibu dari Juwita Bahar ini menegaskan bahwa cara mencari popularitas dengan merusak karya orang lain sangatlah tidak mendidik bagi masyarakat luas.

“Mau viral cara loe gak gini. Ini engga pantas dan tidak mendidik kata-katanya,” kata Anisa Bahar, Pedangdut.

Penulis lirik lagu tersebut, Seruni Bahar, juga menyatakan kekecewaannya terhadap aksi remake sepihak yang dianggap seronok tersebut. Ia menilai tindakan ini sudah di luar batas kewajaran hanya demi mengejar popularitas instan tanpa memikirkan kerugian pihak pencipta asli.

“Mmm ini ngga bisa didiemin nih ngacak-ngacak karya orang sudah di luar jalur dari liriknya yang seronok dan tidak patut demi popularitas penyanyinya,” kata Seruni Bahar, Penulis Lirik Lagu Gapapa.

Netizen yang melihat unggahan tersebut di akun Instagram pribadi Anisa pun turut memberikan respons keras terhadap konten video tersebut. Mereka mendesak Komisi Penyiaran Indonesia untuk segera bertindak tegas dan melakukan boikot terhadap lagu versi remake yang dianggap telah melampaui batas.

Hingga saat ini, Anisa Bahar masih menunggu itikad baik dari pihak terkait untuk memberikan klarifikasi dalam kurun waktu 3×24 jam sejak 07/07. Jika tidak ada respons memadai, masalah ini kemungkinan besar akan dibawa ke jalur hukum demi melindungi integritas karya seni musik tersebut.