SYDNEY, TADULAKO – Pesepakbola muda berbakat asal Hawaii, Luke Vickery, resmi menyandang status Warga Negara Indonesia (WNI) setelah mengucapkan sumpah di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney pada Kamis, 16 Juli 2026. Naturalisasi Luke Vickery ini menjadi bagian krusial dari strategi pemerintah untuk membawa Timnas Indonesia melaju ke Piala Dunia 2030, sebuah target ambisius yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Luke Anthony Vickery, yang kini berusia 19 tahun, lahir di Kailua, Honolulu, Hawaii, pada 25 Oktober 2005. Penyerang klub A-League Australia, Macarthur FC, ini memiliki garis keturunan Indonesia dari neneknya yang lahir di Medan, Sumatera Utara pada tahun 1937. Musim 2025/2026, Luke Vickery telah tampil dalam 24 pertandingan, mencetak 5 gol, dan menyumbang 1 assist, menunjukkan potensi besar di lini serang.
Proses naturalisasi Luke Vickery dimulai dengan usulan dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada awal 2026, yang kemudian disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada 17 Juni 2026. Setelah disahkan oleh Presiden RI, sumpah kewarganegaraan dilakukan di KJRI Sydney, secara resmi menjadikan Luke Vickery sebagai WNI. Ini merupakan langkah strategis PSSI dalam memperkuat skuad Garuda.
Pemerintah Indonesia, melalui Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Supratman Andi Agtas, menegaskan bahwa naturalisasi pemain seperti Luke Vickery merupakan bagian integral dari upaya mewujudkan target besar tersebut. Supratman Andi Agtas berharap, dengan bergabungnya Luke Vickery, Timnas Indonesia dapat semakin solid.
“Saya berharap Luke bisa berjuang bersama pemain timnas lain untuk mewujudkan keinginan Presiden Prabowo Subianto dan masyarakat Indonesia tampil di Piala Dunia 2030,” kata Supratman Andi Agtas, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Luke Vickery sendiri menyatakan kesiapannya untuk memberikan kontribusi maksimal bagi Timnas Indonesia sebagai WNI. Pemain muda ini merasa bangga bisa membela Merah Putih. Ia menjadi pemain kedua yang dinaturalisasi pada era pelatih John Herdman, mengikuti jejak Mitchell Baker, menunjukkan arah kebijakan PSSI dalam membangun skuad yang kompetitif.
Kedatangan Luke Vickery diharapkan mampu menambah kedalaman lini depan Timnas Indonesia, memberikan opsi serangan baru selain pemain lokal seperti Rafael Struick dan Hokky Caraka. Namun, tantangan adaptasi budaya dan gaya bermain di Asia Tenggara, serta konsistensi performa, akan menjadi kunci bagi Luke Vickery untuk tidak sekadar menjadi proyek naturalisasi simbolis.
Tinggalkan Balasan