JAKARTA, TADULAKO – Nanik S. Deyang, yang baru menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) sejak 2 Juni 2026, dikabarkan telah mundur dari posisinya pada 21 Juli 2026. Kabar Nanik Deyang mundur ini mengejutkan publik karena masa jabatannya baru berlangsung sekitar tujuh minggu. Alasan yang diungkap adalah kondisi kesehatan untuk menjalani pengobatan jantung. Informasi pengunduran diri tersebut pertama kali disampaikan oleh pejabat Istana dan kemudian diperkuat oleh laporan berbagai media nasional.

Pengangkatan Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada 2 Juni 2026 menggantikan Dadan Hindayana sudah menjadi perhatian publik. Namun, keputusan Nanik Deyang mundur setelah periode yang relatif singkat ini menambah dinamika manajemen di lembaga strategis tersebut. Selama sekitar tujuh minggu, Nanik S. Deyang memimpin BGN sebelum kabar pengunduran dirinya mencuat ke permukaan pada 21 Juli 2026.

Alasan utama di balik keputusan Nanik Deyang mundur yang beredar luas di media adalah kondisi kesehatan, khususnya kebutuhan untuk menjalani pengobatan jantung. Informasi ini disebut-sebut pertama kali muncul melalui unggahan Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan, Dirgayuza Setiawan. Ini menjadi titik awal pemberitaan luas mengenai pengunduran diri Nanik S. Deyang.

“Nanik S Deyang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN),” tulis Detik, mengutip sumber terkait.

“Beliau juga mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” kutip Liputan6 dari pernyataan Dirgayuza Setiawan, memperkuat kabar tersebut.

Keputusan Nanik Deyang mundur ini terjadi di tengah fase penting restrukturisasi internal Badan Gizi Nasional. Sehari sebelum kabar ini ramai diberitakan, pada 21 Juli 2026, BGN baru saja memperkenalkan lima pejabat baru, termasuk Sekretaris Utama dan empat deputi. Perombakan struktur ini menandakan pembenahan menyeluruh di tubuh lembaga tersebut.

Badan Gizi Nasional sendiri merupakan lembaga vital yang terkait langsung dengan program unggulan pemerintah, yaitu (). Dinamika kepemimpinan ini tentu memunculkan pertanyaan mengenai arah program MBG ke depan. Publik menanti kejelasan siapa yang akan mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan setelah Nanik Deyang mundur.

Penting untuk membedakan antara “kabar mundur” dan “resmi ada pengganti definitif,” karena pengumuman keduanya belum tentu terjadi pada waktu yang bersamaan. Nanik Deyang mundur membuka lembaran baru bagi BGN untuk memastikan kelangsungan program dan stabilitas kepemimpinan. BGN diharapkan dapat segera memberikan informasi transparan terkait suksesi pimpinan ini.