JAYAWUJIYA, TADULAKO – Seorang Pilot Amerika Serikat bernama Nicholas F. Goselin dilaporkan tewas setelah pesawat perintis milik PT AMA yang dikemudikannya dibakar oleh kelompok bersenjata di Lapangan Terbang Balinggama, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan pada Kamis (13/06).
Pesawat dengan registrasi PK-RCY tersebut awalnya lepas landas dari Bandara Wamena pada pukul 06.30 WIT dengan membawa tujuh orang penumpang. Pesawat dilaporkan sempat mendarat dengan selamat di lokasi tujuan pada pukul 06.46 WIT sebelum akhirnya seluruh komunikasi dari landasan pacu tersebut terputus total.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa menjelaskan bahwa kondisi cuaca di sepanjang rute penerbangan sebenarnya dalam keadaan baik. Tidak ada laporan mengenai gangguan keamanan di area lapangan terbang tersebut sebelum penerbangan nahas yang melibatkan Pilot Amerika Serikat itu dilakukan.
Pihak kementerian telah menerima laporan awal dari otoritas bandara di Wamena yang mengonfirmasi kematian Nicholas F. Goselin. Saat ini, instansi terkait tengah melakukan verifikasi urutan kejadian bersama pihak Kementerian Perhubungan guna memastikan fakta hukum di balik serangan mematikan tersebut.
“Kami menerima laporan awal yang mengonfirmasi bahwa pilot Nicholas F. Goselin, seorang warga negara Amerika Serikat, telah meninggal dunia,” kata Lukman F. Laisa, Direktur Jenderal Perhubungan Udara.
Aparat kepolisian setempat menduga kuat bahwa pelaku pembakaran pesawat tersebut merupakan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Namun, proses verifikasi di lapangan masih terkendala oleh lokasi kejadian yang sangat terpencil dan hanya bisa diakses melalui jalur udara.
“Kami menerima laporan bahwa pesawat AMA dengan registrasi PK-RCY diduga dibakar oleh KKB. Namun kondisi pesawat dan nasib pilot belum bisa dipastikan seketika karena lokasi hanya bisa dijangkau pesawat udara,” kata Zet Salino, Kapolres Yahukimo.
Insiden yang menewaskan Pilot Amerika Serikat ini memperpanjang catatan kelam serangan terhadap penerbangan sipil di wilayah pedalaman Papua. Wilayah ini sebelumnya juga menjadi sorotan dunia saat pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens, disandera selama 19 bulan oleh kelompok separatis sebelum akhirnya berhasil dibebaskan pada September 2024 lalu.
Tinggalkan Balasan