ATLANTA, TADULAKO – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) secara resmi menunjuk wasit asal Amerika Serikat, Ismail Elfath, untuk memimpin laga semifinal krusial Piala Dunia FIFA 2026 antara Inggris melawan Argentina. Pertandingan yang selalu sarat tensi ini akan digelar pada Kamis, 16 Juli 2026 dini hari WIB, di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Amerika Serikat, memperebutkan satu tiket final bergengsi. Penunjukan Wasit Ismail Elfath ini langsung menuai sorotan mengingat sejarah rivalitas sengit kedua tim.

Ismail Elfath, wasit berusia 44 tahun berlisensi FIFA sejak 2016, tidak asing dengan panggung besar. Ia pernah bertugas di Piala Dunia 2022 Qatar serta memimpin laga final Piala Dunia Antarklub. Pada Piala Dunia 2026 ini, Wasit Ismail Elfath sebelumnya telah memimpin tiga pertandingan, yakni Jepang vs Belanda, Uruguay vs Spanyol, dan Brasil vs Norwegia, dengan catatan yang cukup tegas termasuk memberikan enam kartu kuning dan satu kartu merah saat Uruguay bertemu Spanyol.

Penunjukan Wasit Ismail Elfath sebagai pengadil di laga empat besar Piala Dunia 2026 ini menjadikannya wasit kedua dari Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (Concacaf) yang dipercaya memimpin pertandingan semifinal. Kepercayaan ini datang saat FIFA berupaya menampilkan netralitas di tengah sorotan publik, terutama mengingat ia berasal dari negara tuan rumah.

Duel antara Inggris dan Argentina selalu menjadi magnet tersendiri bagi pecinta sepak bola dunia, terakhir kali bertemu di Piala Dunia 2002. Laga ini sarat sejarah kontroversial, termasuk “Gol Tangan Tuhan” Diego Maradona pada Piala Dunia 1986 dan kartu merah David Beckham di Piala Dunia 1998. Tensi tinggi dan drama selalu menyertai setiap pertemuan kedua tim.

Khususnya Argentina, juara bertahan yang lolos ke semifinal, perjalanan mereka di turnamen ini diwarnai beberapa kontroversi Video Assistant Referee (VAR). Beberapa keputusan VAR yang melibatkan Argentina saat melawan Aljazair, Mesir, dan Swiss telah memicu tudingan keberpihakan. Hal ini membuat peran Wasit Ismail Elfath dalam menjaga integritas pertandingan semakin penting dan akan dipantau ketat.

Inggris, yang dipimpin Thomas Tuchel dan mengandalkan Jude Bellingham serta Harry Kane, diperkirakan akan bermain agresif dengan pressing tinggi dan serangan cepat. Sementara Argentina akan mengandalkan pengalaman Lionel Messi (39 tahun) dan kreativitas Enzo Fernández. Tugas berat menanti Wasit Ismail Elfath untuk menjaga konsistensi keputusan, khususnya terkait VAR, agar tidak menambah polemik di laga krusial ini. Publik akan berharap keputusan yang adil dari FIFA.

Dengan semua latar belakang ini, laga semifinal antara Inggris dan Argentina bukan hanya sekadar perebutan tiket final, tetapi juga ujian bagi kepemimpinan Wasit Ismail Elfath dan sistem VAR secara keseluruhan. Integritas pertandingan dan global terhadap FIFA dipertaruhkan dalam duel klasik yang diprediksi akan berlangsung sangat panas dan penuh drama.