BOSTON, TADULAKO – Tim Nasional Maroko dipastikan tampil tanpa Ismael Saibari, gelandang andalan mereka, saat menghadapi Prancis pada perempat final Piala Dunia 2026 di Boston Stadium, Massachusetts, Amerika Serikat, Jumat 10 Juli 2026 pukul 03.00 WIB. Absennya Saibari menjadi pukulan telak bagi Singa Atlas setelah pemain berusia 25 tahun itu mengalami cedera hamstring pada laga sebelumnya.
Cedera hamstring yang dialami Ismael Saibari saat babak pertama pertandingan melawan Kanada di babak 16 besar membuat pemain PSV Eindhoven ini tidak bisa memperkuat tim. Kehilangan Saibari, yang telah mencetak tiga gol di turnamen ini dan menjadi penentu kemenangan adu penalti melawan Belanda, jelas mengurangi daya serang dan opsi kreatif Maroko. Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, berharap Saibari dapat kembali bermain jika timnya berhasil melaju ke semifinal.
“Semua siap bermain, kecuali Saibari. Saya berharap dia bisa kembali jika kami lolos,” kata Mohamed Ouahbi.
Sebagai alternatif, pelatih Ouahbi kemungkinan besar akan menurunkan Soufiane Rahimi, penyerang berusia 30 tahun dari Al-Ain, yang juga sudah menyumbangkan gol penting saat Maroko menang 3-0 atas Kanada. Meski demikian, peran Saibari sebagai kreator serangan dan eksekutor penalti sulit tergantikan, menambah tantangan bagi Maroko yang tampil tanpa Ismael Saibari.
Maroko sendiri datang ke perempat final dengan rekor impresif, tak terkalahkan dalam 34 pertandingan sejak Agustus 2025, menyingkirkan Belanda dan Kanada. Mereka menunjukkan kekuatan dalam distribusi bola dengan 2.091 aliran bola dan 2.771 umpan akurat, serta 1.150 tekanan sukses yang membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan.
Di sisi lain, Prancis melaju ke perempat final setelah menundukkan Paraguay 1-0 di babak 16 besar. Tim Ayam Jantan mencatat rekor 100% kemenangan sejak fase grup, mencetak 14 gol dan 12 assist, serta hanya kebobolan dua kali sepanjang turnamen. Eks bek Prancis, Frank Leboeuf, bahkan menganggap timnya “terlalu kuat, mustahil dikalahkan.”
“Sangat mengecewakan jika Prancis tidak juara. Mereka terlalu kuat, mustahil dikalahkan,” kata Frank Leboeuf, eks pemain Prancis.
“Sekarang, satu-satunya musuh timnas Prancis itu adalah diri mereka sendiri,” tambahnya.
Pertemuan antara Maroko dan Prancis ini bukan hanya perebutan tiket semifinal, melainkan ulangan semifinal Piala Dunia 2022 di mana Prancis berhasil menang 2-0. Rekor pertemuan kedua tim juga menunjukkan dominasi Prancis dengan empat kemenangan dan dua hasil imbang dari enam laga. Informasi lengkap statistik pertandingan Piala Dunia dapat diakses melalui situs resmi FIFA. Meskipun Maroko tanpa Ismael Saibari, mereka akan mengandalkan mentalitas tak terkalahkan dan pressing tinggi untuk menghadapi superioritas Les Bleus. Ini akan menjadi ujian berat bagi Singa Atlas.
Tinggalkan Balasan