KATINGAN, TADULAKO – Aipda Yudhi Perdana Putra gugur dalam operasi penggerebekan bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Insiden berdarah yang terjadi pada 02/07 ini mengakibatkan Kanit 3 Satresnarkoba Polres Katingan tersebut meninggal dunia akibat serangan massa bersenjata.
Peristiwa ini bermula saat petugas berupaya menangkap bandar narkoba berinisial B pada Kamis dini hari. Kondisi berubah ricuh setelah keluarga pelaku dan massa setempat melakukan perlawanan sengit hingga membuat petugas terdesak. Selain kabar Aipda Yudhi Perdana Putra gugur, dua personel lainnya yakni Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana dilaporkan masih dalam pencarian.
Aipda Yudhi ditemukan dengan luka serius di bagian kepala dan tangan sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir. Sementara itu, dua rekan korban diduga hanyut terbawa arus sungai saat berusaha menyelamatkan diri dari kepungan massa. Kabar mengenai Aipda Yudhi Perdana Putra gugur menjadi duka mendalam bagi institusi Polri terutama saat peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
“Almarhum adalah Bhayangkara sejati. Insyaallah almarhum wafat dalam keadaan syahid, karena beliau gugur di medan tugas yang mulia demi menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya laten narkoba,” kata Habiburokhman, Ketua Komisi III DPR RI.
“Negara tidak boleh kalah terhadap kejahatan narkotika, bandar narkoba, yang telah merusak masa depan generasi bangsa,” kata Bias Layar, Anggota DPR RI Dapil Kalteng.
“Memang luka di kepala. Di tangan juga ada seperti yang beredar di media sosial. Semua keluarga terkejut dengan kabarnya ini,” kata Labih, paman almarhum.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono mengonfirmasi bahwa jajarannya masih terus melakukan pencarian terhadap dua anggota yang hilang di sekitar lokasi. Tragedi Aipda Yudhi Perdana Putra gugur ini memicu desakan agar kepolisian menindak tegas para pelaku penyerangan serta bandar narkoba tersebut.
Tinggalkan Balasan