, TADULAKO – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Indonesia surplus pupuk di tengah ketidakpastian rantai pasok global saat ini. Hal tersebut disampaikan saat memantau kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi di , , pada Sabtu (04/07).

Menko Zulhas memastikan petani di wilayah Sulawesi Tengah dapat menebus pupuk sebelum memasuki musim tanam. Ketersediaan stok yang mencukupi menjadi kunci utama pemerintah dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

“Pemerintah hadir untuk memastikan kebutuhan petani benar-benar terpenuhi. Setiap ke daerah saya selalu bertemu dengan para petani untuk memastikan kebijakan Pemerintah berjalan dengan baik,” ujar Menko Zulhas.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai pembenahan tata kelola agar penyaluran lebih sederhana. Langkah ini dibarengi dengan penurunan Harga Eceran Tertinggi sebesar 20 persen guna memastikan Indonesia surplus pupuk dapat dinikmati langsung oleh petani kecil.

Keberhasilan menjaga stok membuktikan bahwa saat ini Indonesia surplus pupuk dibandingkan negara-negara lain yang mengalami kelangkaan. Kondisi ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas hasil tani nasional hingga delapan persen dari capaian sebelumnya.

“Di tengah dinamika global, negara-negara lain mengalami kekurangan pupuk. Kita alhamdulillah pupuknya lebih dari cukup,” jelasnya.

Direktur Operasi PT Pupuk Indonesia (Persero), Dwi Satriyo Annurogo, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan efisiensi penyaluran ini. Hingga akhir Juni 2026, realisasi penebusan pupuk di Sulawesi Tengah dilaporkan telah mencapai angka 42 persen.

Saat ini tersedia stok cadangan sebesar 14.805 ton di gudang-gudang penyangga wilayah Sulawesi Tengah untuk mendukung musim tanam. Ketersediaan ini mencakup berbagai jenis mulai dari Urea, NPK Phonska, hingga NPK khusus tanaman kakao yang menjadi andalan daerah.