, TADULAKO – Aan Kurniawan, terduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, , akhirnya berhasil diamankan jajaran Reskrim Polresta Palu pada Rabu, 26 Agustus 2026, sekitar pukul 15.30 WITA. Penangkapan Aan Kurniawan ini mengakhiri pelariannya setelah peristiwa tragis yang menggemparkan warga Duyu.

Proses penangkapan terhadap Aan Kurniawan dilakukan di sekitar Jalan Kamboja, Kota Palu. Polisi sebelumnya telah melakukan serangkaian penyelidikan dan pelacakan intensif untuk mengetahui keberadaan terduga pelaku ini.

Setelah diamankan, Aan Kurniawan langsung dibawa ke Markas Polresta Palu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik Satreskrim Polresta Palu. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai kronologi detail penangkapan, barang bukti yang ditemukan, serta status hukum Aan Kurniawan dalam kasus ini.

Penangkapan Aan Kurniawan merupakan titik terang dalam kasus pembunuhan yang telah menjadi perhatian serius di wilayah tersebut. Polisi diharapkan dapat segera merilis informasi lebih lanjut terkait perkembangan penyidikan kasus pembunuhan ini.

Polda sebelumnya telah menyatakan bahwa kasus ini adalah prioritas utama. Wakapolda Brigjen Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, pada 24 Agustus 2026, meminta Ditreskrimum dan Ditressiber untuk memberikan dukungan penuh dalam mengungkap kasus pembunuhan ini secara profesional dan transparan.

Masyarakat kini menantikan keterangan resmi dari Polresta Palu untuk mengetahui motif pembunuhan, rangkaian kejadian, serta seluruh fakta hukum yang berkaitan dengan kasus yang melibatkan Aan Kurniawan ini. Keterangan tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan atas peristiwa yang menimpa keluarga di Duyu.

Kasus pembunuhan ini terjadi di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, pada Minggu malam, 26 Juli 2026, sekitar pukul 22.00 WITA. Peristiwa tragis ini menimpa keluarga Jamil (32), istrinya Nurhanisa (23), dan putra mereka, Rizki, yang masih berusia dua tahun. Dalam kejadian tersebut, Jamil dan putranya meninggal dunia di lokasi.

Sementara itu, Nurhanisa sempat mengalami luka serius akibat serangan senjata tajam dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Dalam keterangan yang dikonfirmasi oleh polisi pada 28 Juli, Nurhanisa mengaku mengenali seorang pria bernama Aan di tempat usaha penggilingan atau pemotongan ayam di rumah mereka, sesaat sebelum serangan terjadi. Identitas Aan Kurniawan menjadi kunci penyelidikan.

Hasil awal olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan saksi saat itu mengarahkan penyidik kepada seorang pria berinisial AK, yang diketahui merupakan rekan kerja korban. Polisi kemudian menyatakan bahwa identitas terduga pelaku telah diketahui, dan tim gabungan segera dikerahkan untuk melakukan pengejaran terhadap Aan Kurniawan.

Seorang tetangga korban bersama Ketua RT setempat dilaporkan mendengar adanya keributan dari rumah korban pada malam kejadian. Penyidik juga menerima informasi mengenai ancaman yang diduga dilontarkan oleh pelaku kepada istri korban. Namun, motif pasti serta kronologi menyeluruh dari perkara ini belum diumumkan sebagai kesimpulan resmi dari hasil penyidikan.

Menjelang penangkapan, proses pengungkapan kasus ini mendapat penguatan penuh dari Polda Sulteng. Wakapolda Sulteng meminta dukungan dari Ditreskimum dan Ditressiber agar seluruh fakta, termasuk rangkaian pelarian dan potensi bukti digital yang ada, dapat ditelusuri secara maksimal untuk mengungkap peran Aan Kurniawan dalam kasus ini.