CILEGON, TADULAKO – Nama Mufli Budi Ananda mendadak menjadi perbincangan hangat setelah resmi menjabat sebagai Komisaris PT Krakatau Posco pada 27/06/2026. Penunjukan asisten pribadi selebritas Raffi Ahmad ini memicu perdebatan di publik mengenai standar kompetensi di perusahaan baja besar tersebut. Masyarakat mempertanyakan kaitan latar belakang profesionalnya dengan industri berat yang berbasis di Cilegon, Banten.

Berdasarkan data resmi perusahaan, Mufli Budi Ananda masuk dalam jajaran Dewan Komisaris bersama Brigjen TNI Bambang Sudono Sastroprawiro. PT Krakatau Posco merupakan perusahaan patungan strategis antara raksasa baja nasional PT Krakatau Steel dengan POSCO asal Korea Selatan. Jabatan baru ini menempatkan Mufli pada posisi strategis untuk mengawasi jalannya perusahaan dengan kapasitas produksi jutaan ton baja per tahun.

Rekam jejak Mufli Budi Ananda juga tak luput dari sorotan netizen karena tercatat sebagai lulusan D3 Teknik Listrik Politeknik Bunda Kandung. Ia sempat menempuh pendidikan S1 Teknik Industri di Jakarta namun mengundurkan diri pada tahun ajaran 2018/2019. Ketimpangan latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja ini menjadi poin utama kritik publik terhadap manajemen PT Krakatau Posco dalam memilih jajaran pimpinan.

Sebelumnya, publik mengenal Mufli Budi Ananda sebagai sosok yang selalu mendampingi aktivitas bisnis dan keseharian Raffi Ahmad. Meskipun kini aktif di dunia politik, pengalamannya di industri manufaktur atau baja dinilai masih sangat terbatas oleh para pengamat. Fenomena ini menambah panjang daftar perdebatan mengenai penunjukan individu dari lingkaran figur publik ke kursi jabatan perusahaan strategis.

“Secara struktur, posisi komisaris memiliki fungsi utama dalam hal pengawasan, pemberian arahan strategis, serta memastikan tata kelola perusahaan berjalan sesuai dengan tujuan bisnis,” kata Manajemen PT Krakatau Posco, dalam keterangan resminya.

“Jujur ini paling gong. Asistennya Raffi Ahmad jadi Komisaris Krakatau Posco. Ini tidak tahu kok bisa, jalurnya seperti apa,” kata Ferri Nuzarli, Pengamat Media Sosial.