MAKASSAR, TADULAKO – Komitmen PT Vale Berdayakan kriya lokal terwujud lewat pameran anyaman teduhu dalam ajang Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Makassar pada 09/07. Produk kerajinan binaan ini menjadi bukti nyata penerapan praktik berkelanjutan di wilayah operasional Luwu Timur.

Program PT Vale Berdayakan UMKM ini merupakan bagian dari strategi investasi sosial untuk mendorong kemandirian masyarakat sekitar tambang secara jangka panjang. Melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat, penguatan produk lokal difokuskan pada aspek keberlanjutan tradisi lewat regenerasi pengrajin muda yang terukur.

“Prinsip kami adalah tumbuh bersama masyarakat. Kami ingin memastikan produk lokal seperti teduhu memiliki daya saing tinggi dan tradisinya tetap lestari,” kata Yusri Yunus, Head of External Relation Sorowako and Outer Area PT Vale.

Saat ini PT Vale Indonesia Tbk membina dua komunitas utama yaitu Komunitas Teduhu dari Desa Nuha dan Komunitas Sampa Konao dari Desa Matano. Upaya PT Vale Berdayakan UMKM juga mencakup pendampingan pengenalan bahan baku, inovasi teknik menganyam, hingga perlindungan Hak Kekayaan Intelektual bagi pengrajin.

“Bersama PT Vale, kami bisa melakukan inovasi produk mulai dari kotak tisu hingga tas modern, sekaligus mengajak anak-anak muda di desa untuk ikut menjaga tradisi ini agar tidak punah,” tutur Yulianti, Pengrajin Teduhu asal Desa Nuha.

Kehadiran produk anyaman teduhu sukses memikat perhatian pengurus pusat Dekranas saat mengunjungi stan pameran. Keseriusan PT Vale Berdayakan UMKM lokal diharapkan mampu menjaga kelestarian budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar area tambang.

“Kami tentu sangat bangga melihat semangat dan antusiasme para pengrajin, khususnya pengrajin muda yang terus bermunculan,” ujar Sri Suparni Bahlil Lahadalia, Wakil Ketua II Dekranas.