ARLINGTON, TADULAKO

Media internasional menyoroti pertemuan dua raksasa Eropa ini sebagai momen krusial yang terlalu cepat terjadi di fase gugur. Meskipun berstatus babak perdelapan final, tensi pertandingan sudah terasa seperti partai puncak mengingat sejarah panjang persaingan kedua negara di semenanjung Iberia yang selalu penuh gengsi.

Sorotan utama tertuju pada FIFA yang mencatat rekor baru Cristiano Ronaldo sebagai pemain tertua yang mencetak gol di fase gugur. Penyerang berusia 41 tahun tersebut akhirnya pecah telur di fase knockout Piala Dunia lewat tendangan penalti saat membawa Portugal lolos dari adangan Kroasia di babak sebelumnya.

Di sisi lain, Spanyol datang dengan pertahanan yang sangat kokoh karena belum pernah kebobolan dalam 14 pertandingan terakhir. Keberhasilan La Roja menjaga gawang tetap suci termasuk saat menumbangkan Austria 3-0 menjadi modal besar saat menghadapi gempuran Portugal vs Spanyol nanti malam.

“Saya bisa bilang ini final kepagian, karena kedua tim sama-sama layak berada di final,” kata Nelson Semedo, Bek Portugal.

Pertemuan ini juga menjadi ajang balas dendam bagi Spanyol setelah sebelumnya kalah dalam adu penalti di final UEFA Nations League 2025. Secara historis, Spanyol memang lebih unggul dengan 17 kemenangan atas Portugal, namun rekor tersebut tidak menjamin kemenangan di turnamen sebesar Piala Dunia kali ini.

“Kami percaya diri menghadapi siapa pun. Kekalahan di final Nations League memberi motivasi tambahan,” kata Mikel Oyarzabal, Pemain Spanyol.

Pertarungan Portugal vs Spanyol kali ini juga dipandang sebagai bentrokan lintas generasi antara Ronaldo dan bintang muda Lamine Yamal. Yamal yang baru berusia 19 tahun menjadi simbol masa depan sepak bola Spanyol yang akan menantang dominasi sang legenda veteran di atas lapangan hijau.

“Spanyol unggul konsistensi, tapi jika laga berlanjut ke adu penalti, Portugal lebih berpeluang,” kata Lucas Aditya, Pengamat Sepak Bola.