YAHUKIMO, TADULAKO – Satuan tugas Koops TNI Habema berhasil melakukan evakuasi pilot Nicholas F. Goselin yang menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Jumat (03/07). Nicholas merupakan pilot warga negara Amerika Serikat yang bertugas untuk maskapai PT Associated Mission Aviation (AMA).
Operasi evakuasi pilot Nicholas F. Goselin dilakukan sehari setelah insiden pembakaran pesawat Pilatus Porter PK-RCY di Bandara Ipdeheik. Tim gabungan menggunakan strategi perebutan cepat dengan dukungan dua helikopter Caracal H-225M dan pengawalan udara pesawat Super Tucano. Sebanyak 10 personel TNI dikerahkan untuk mengamankan lokasi dari gangguan kelompok separatis bersenjata selama proses berlangsung.
“Proses evakuasi melibatkan 10 personel dengan dukungan dua helikopter Caracal. Prioritas kami adalah menyelamatkan korban, mengamankan lokasi, melindungi masyarakat, serta mendukung penegakan hukum terhadap pelaku,” kata Brigjen TNI Riyanto, Wakil Panglima Koops TNI Habema.
Keberhasilan evakuasi pilot Nicholas F. Goselin ini segera dilanjutkan dengan pengiriman jenazah menuju Timika dan kemudian ke Jayapura untuk proses identifikasi lebih lanjut. Pihak Kementerian Luar Negeri melalui Kedutaan Besar Amerika Serikat turut memfasilitasi pemulangan jenazah pilot tersebut ke Jakarta guna proses pemulangan ke negara asal. TNI memastikan keamanan wilayah tetap terjaga pasca penyerangan yang diklaim oleh TPNPB Kodap XVI Yahukimo tersebut.
“Dengan penyerahan jenazah pilot Nicholas kepada AMA, proses evakuasi dinyatakan selesai. TNI akan terus menjaga keamanan di Tanah Papua agar tetap aman,” kata Letjen TNI Lucky Avianto, Pangkogabwilhan III.
PT AMA menegaskan bahwa misi penerbangan mereka di Papua murni untuk kepentingan kemanusiaan dan pelayanan masyarakat. Maskapai ini telah beroperasi selama 67 tahun tanpa pernah mengangkut personel keamanan negara guna menjaga netralitas pelayanan. Meskipun menghadapi risiko tinggi di daerah konflik, komitmen pelayanan kepada masyarakat asli Papua tetap menjadi prioritas utama instansi.
“Jenazah pilot Nicholas difasilitasi Kedubes AS ke Jakarta. AMA selama 67 tahun melayani masyarakat Papua, tidak pernah mengangkut personel TNI atau Polri,” kata Bob Kayadu, Direktur Utama PT AMA.
Tinggalkan Balasan