Palu, TADULAKO – Program BERANI Sulawesi Tengah yang diinisiasi Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Renny Lamadjido, kini menunjukkan hasil signifikan di berbagai sektor pembangunan. Perkembangan ini dipaparkan dalam konferensi pers di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sulawesi Tengah, Senin, 6 Juli 2026, sebagai bukti nyata komitmen pemerintah bagi kesejahteraan warga.
Kegiatan yang digagas Kepala Dinas Kominfosantika Sulteng Agus Wahyu dan dibuka oleh Wakil Gubernur dr. Renny Lamadjido ini dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah serta insan pers. Mereka menjelaskan secara rinci perkembangan Program BERANI yang menyentuh sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur di Sulawesi Tengah.
“Teman-teman wartawan adalah ujung tombak kami. Kalau memang ada yang masih kurang, silakan disampaikan. Kami terbuka terhadap kritik dan masukan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” kata dr. Renny Lamadjido.
Investasi terbesar dalam Program BERANI adalah BERANI Cerdas, fokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan pengurangan kemiskinan di Sulawesi Tengah. Program ini, yang diluncurkan pada 13 April 2025, awalnya membantu mahasiswa Strata 1 dengan alokasi Rp84,93 miliar untuk 23.568 mahasiswa pada tahun pertama.
Pada tahun 2026, cakupan Program BERANI Cerdas diperluas, tidak hanya untuk Strata 1, tetapi juga Strata 2, Strata 3, pendidikan dokter spesialis, dan para guru. Pemerintah mengalokasikan sekitar Rp351 miliar, dibagi ke dalam tujuh program utama.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Firmanza, menjelaskan bahwa BERANI Cerdas kini mencakup hampir seluruh kebutuhan peserta didik. Termasuk di dalamnya adalah Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) bagi SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta, dengan pengecualian hanya 15 sekolah swasta.
Untuk sekolah swasta berbayar, pemerintah menyediakan Subsidi Biaya Pendidikan (SBP) bagi siswa dari keluarga desil 1 hingga desil 5.
“Kalau ada keluarga yang tidak diterima di SMA negeri kemudian memilih sekolah swasta yang berbayar, selama masuk desil 1 sampai desil 5, pemerintah akan membiayai,” ujar Firmanza.
BERANI Cerdas juga membiayai uji kompetensi dan praktik kerja industri (Prakerin) siswa SMK sebesar Rp21,56 miliar. Peningkatan kualitas tenaga pendidik didukung beasiswa Strata 2 untuk 99 guru melalui kerja sama dengan Universitas Terbuka, dengan anggaran Rp2,48 miliar.
Di sektor digitalisasi pendidikan, sekolah di daerah terpencil mulai menikmati akses internet Starlink, didukung anggaran Rp430 juta. Sementara itu, bantuan seragam sekolah senilai Rp1,75 miliar disiapkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu, bagian dari keberhasilan Program BERANI.
Porsi terbesar anggaran BERANI Cerdas tetap pada beasiswa mahasiswa, mencapai Rp264 miliar. Jika pada 2025 penerima manfaat 23.568 mahasiswa, tahun 2026 jumlah pendaftar meningkat jadi 27.344 orang. Total penerima manfaat diperkirakan mendekati 50 ribu mahasiswa, termasuk 100 mahasiswa S2, 20 mahasiswa S3, serta 10 peserta pendidikan dokter spesialis dan guru.
Selain bantuan pendidikan, pemerintah juga merevitalisasi sekolah melalui koordinasi dengan pemerintah pusat, menghasilkan hampir Rp50 miliar untuk perbaikan 17 SMA, 14 SMK, dan 9 SLB. Minat masyarakat terhadap pendidikan juga meningkat, dengan 22 ribu pendaftar Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, naik dari 18 ribu tahun sebelumnya.
“Anggaran Rp351 miliar ini merupakan upaya Bapak Gubernur untuk mengentaskan kebodohan sekaligus kemiskinan. Fondasi membangun peradaban Sulawesi Tengah adalah pendidikan,” kata Firmanza.
Sektor kesehatan juga menjadi prioritas melalui Program BERANI Sehat, yang diluncurkan bersamaan dengan BERANI Cerdas pada 13 April 2025. Program ini bertujuan memastikan masyarakat memperoleh layanan kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit di Sulawesi Tengah.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Fatma A. Deu, menjelaskan BERANI Sehat dijalankan melalui dua skema. Skema pertama, integrasi dengan BPJS Kesehatan, di mana Pemprov Sulteng membantu pembiayaan masyarakat penerima bantuan iuran (PBI) sebesar Rp2.000 per jiwa.
Pemerintah juga mendaftarkan masyarakat pada segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), termasuk warga yang belum memiliki BPJS atau kepesertaannya dinonaktifkan saat membutuhkan layanan. Realisasi anggaran BERANI Sehat hingga Juni 2026 mencapai Rp52,4 miliar, dengan Kabupaten Sigi sebagai daerah peserta terbanyak.
Skema kedua, Non-JKN, disediakan untuk layanan kesehatan yang belum ditanggung BPJS, seperti korban kekerasan dalam rumah tangga, penganiayaan, pengeroyokan, atau kejadian luar biasa. Pada 2025, skema ini melayani 420 pasien dengan nilai klaim sekitar Rp2,3 miliar, dan hingga Juni 2026 telah melayani 190 pasien.
Untuk mempermudah pelayanan Program BERANI Sehat, pemerintah memanfaatkan aplikasi Sehati sebagai sistem verifikasi kepesertaan. Aplikasi ini juga membantu penerbitan Nomor Induk Kependudukan bagi anak yang belum memiliki identitas.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus mempercepat pembangunan infrastruktur melalui Program BERANI Lancar. Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah, Faidul Keteng, menyatakan pada 2026, pemerintah menangani 57 ruas jalan dan 10 jembatan dengan total anggaran Rp208,98 miliar.
Selain pekerjaan reguler, 12 paket kontrak tahun jamak (multiyears contract) dengan total anggaran Rp604,82 miliar juga dilaksanakan untuk pembangunan jalan provinsi yang berkelanjutan. Pekerjaan tahun ini mencakup 46 ruas jalan non-multiyears sepanjang 43,73 kilometer.
Dukungan pembangunan juga diberikan untuk 26 ruas jalan desa sepanjang 19,76 kilometer, sebagai bagian dari target Program BERANI Lancar 1.000 kilometer jalan desa. Pembangunan 10 unit jembatan sepanjang 52 meter didukung anggaran sekitar Rp24 miliar.
Menurut Faidul Keteng, pembangunan infrastruktur ini tidak hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga memperlancar distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan. Hal ini bertujuan membuka konektivitas antarwilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Tengah.
Pemaparan capaian Program BERANI menegaskan fokus pemerintah tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadikan pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi jangka panjang. Dari tiga sektor tersebut, BERANI Cerdas menjadi program dengan investasi terbesar, BERANI Sehat memperluas perlindungan layanan kesehatan, sementara BERANI Lancar memperkuat konektivitas untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tengah.
Tinggalkan Balasan