GRESIK, TADULAKO – Badan Narkotika Nasional (BNNP) Jawa Timur mencatatkan sejarah baru dalam pemberantasan narkotika dengan menyita 3 ton ganja di Gresik. Barang bukti dalam jumlah fantastis tersebut ditemukan di sebuah gudang kawasan Desa Cerme Lor melalui operasi intelijen yang sudah dipersiapkan selama berbulan-bulan.

Keberhasilan tim gabungan ini sekaligus memecahkan rekor penyitaan narkotika terbesar yang pernah terjadi di Indonesia dalam lima tahun terakhir. Sebelumnya, rekor tertinggi dipegang oleh penyitaan 2 ton sabu di Tanjung Balai Karimun pada Mei 2025 yang melibatkan pihak Bea Cukai bersama TNI AL.

Pengungkapan 3 ton ganja di Gresik ini bermula dari pemantauan intensif di kawasan Pergudangan Prambanan Bizland. Petugas menduga gudang tersebut menjadi titik sentral logistik bagi sindikat narkotika internasional yang mulai menyasar wilayah Jawa Timur sebagai target pasar utama mereka dan bukan sekadar daerah transit.

“Pengungkapan spektakuler ini menjadi bukti bahwa perang melawan narkotika masih jauh dari selesai,” kata perwakilan BNNP Jawa Timur dalam laporannya.

Besarnya temuan 3 ton ganja di Gresik menunjukkan betapa rapinya jalur penyelundupan yang digunakan oleh para pelaku melalui jalur laut hingga pergudangan modern. Sebelum temuan ini, aparat juga sempat mengamankan 1,6 ton sabu di Perairan Anambas pada awal 2024 dan 1,19 ton sabu di Pangandaran pada tahun sebelumnya.

Melalui keberhasilan pengungkapan 3 ton ganja di Gresik ini, jutaan jiwa masyarakat Indonesia dipastikan selamat dari ancaman peredaran gelap narkotika. BNNP Jawa Timur kini terus melakukan pengembangan untuk mengejar aktor intelektual di balik penyelundupan ganja terbesar sepanjang sejarah nasional tersebut.